Kala Hujan
Karya: Kurnia Indahsari
Di bawah cahaya temaram
Kau dan aku saling memandang
Mengerling mataku yang sendu nan riang
Menatapmu mencari perlindungan
Kau kibaskan jaketmu yang usang
Menghalau hujan yang datang
Dan…
Angin semakin riuh kencang
Semesta seakan mendukung
Tak ingin kita pulang
Ahh sudah ku bilang
Jangan lepas pandang
Nanti kau hilang,
Di gelapnya malam
Malam Kelabu
Karya: Hilwan Maulidi Syafii
Ada
kabar duka diantara tawa
Semua
sepi terdiam tiba-tiba
Mata
yang dulu bahagia kini basah berkaca
Hening pun merambat pada jejaring Maya
Baru
kemarin kau bercerita
Tentang
sakitnya dunia
Berbincang-bincang
sambil menunggu datangnya senja
Pukul
sepuluh ku mendengar kabarmu
Ku
lihat wajah kawanmu terdiam dan membisu
Kau
pamit tanpa mengabariku
Senyumku
terhenti sebelum puncaknya
Sebab
malam terkatup oleh air mata duka
Tangis
keluargamu Belum lagi reda
Kini engkau menyusul pangkuan-Nya
Ketakutan
Karya: Azka Nidaul Jannah
Ketika
hari mulai malam
Terlihat
ada orang kejam
Membawa
sejumlah senjata tajam
Lalu
suasana mulai mencekam
Aku
pun langsung terdiam
Terdengar
suara jeritan
Di
seberang jalan
Padahal
banyak pejalan
Tapi
tak ada tindakan
Semua
pasrah pada keadaan
Tak
ada yang berani melawan
Aku
menelepon kantor polisi
Untuk
memberikan informasi
Agar
segera mengamankan situasi
Agar semua merasa damai
Tentang A
Karya: Maula Shopi. R
Aku ada
dalam dunia fana,
melukis cerita
dengan luka,
membuat kata
seakan berwarna,
dengan tawa
kadang air mata.
Perjalanan ini hampa,
hanya tersisa suara
bahkan tak lagi berwarna
Tangerang, September 2020
Rindu Ini Menusukku
Karya: Azka Nidaul Jannah
Sekilas aku bisa tanpamu
Ketika kesibukan menghampiriku
Ketika sahabat selalu mendampingiku
Dan ketika keluarga selalu didekatku
Tapi, entah apa yang terjadi padaku
Ingatan tentangmu selalu menusuk direlung
dadaku
Setiap akan tidur, melihat fotomu seakan
menjadi kebiasaanku
Tanpa adanya kabar darimu, ada yang kurang
di setiap hariku
Melihat snap di media sosial saja, sudah
bisa memberi obat rinduku
Apalagi bertemu denganmu
Aaah...., itu hanyalah khayalanku
Mana mungkin kamu paham tentang rasa ini
Kau, bagai candu yang selalu membawa rindu
Yang membuat aku terpenjara olehmu…
Yogyakarta Selalu Istimewa
Karya: Pujangga Lokal
Tulisan ku tertinggal di Yogyakarta
Sebuah kota yang menyisakan sedikit cerita
namun tak sedikit pula mengendap ke dasar rasa
Yogyakarta semanis bakpia kukus tugunya
Seramah tembang lagunya yang mengetuk
gendang telinga
Sesederhana pedagang kaki lima yang
menjajakan dagangannya di tepi jalan Malioboro tercinta
Yaa di sanalah goresan klasik ini tercipta
Kisah antara kita berdua yang entah kenapa
sama-sama tak sengaja menghiraukan rasa yang tak biasa
Terima Kasih
Karya: Indah Nur Amalia
Terima kasih
Ada kalanya tak mengapa untuk menangis
Tak mengapa untuk bersedih
Untuk sempat berpikir ingin mundur
Ingin menyerah
Lelah mungkin menyelimutim
Bersusah hati menjadi teman setiamu
Marah,
Kecewa,
Kata itu yang mungkin sedang tertahan
dihatimu
Tapi...
Dengan sejuta alasan untuk Kau menyerah
Percayalah..
Di sini, saat Kau sedang berjuang saat ini
Di sana, ada yang menanti untukmu
Semangatmu lebih besar dari segala alasan
untuk menyerah yang Kau punya..
Jadi..
Masih mau berjuang sama-sama (?)
Asmaraloka dan Petaka
Karya: Nasifatul Syarifah
Angin meniup asmara kala kita duduk di
peron yang sama.
Bija renjana seketika bercahaya kala
pandanganmu bergeser.
Aku dan kamu berjejer,
Seperti hati kita yang tercecer.
Bungkam,
Diam karena asing.
Hangat,
Karena hati kita saling dekat.
Tapi,
Kenapa tak saling tegur?
Karena kita sadar,
Rel yang selalu berdampingan akan hancur
bila disatukan dalam kata "temu".
Lalu, kenapa kita harus bersua?
Saling menaruh rasa hanya karena tatapan
mata.
Dunia begitu komedi,
Kita baru sekali bertemu diri,
Namun rasa seperti telah membumi di hati.
Ternyata,
Asmaroka juga bisa jadi induk petaka.
Lalu, takdir tuhan bekerja.
Kereta datang di peron yang kami tunggu,
Dia menaiki gerbong enam, dan aku satu.
Kita, berpisah.
Berjarak gerbong dua sampai empat.
Dengan ini kita sepakat,
Kemustahilan untuk kita bisa dekat.
Asmaraloka, antara cinta dan petaka.
Sayang
Karya: Nindya Riyanti
Tatapanmu mengarakku pada dekapan awan
Dipeluk harapan akan masa depan
Dengan segenap hati, jiwa, dan ragaku,
mengulum kepasrahan tanpa syarat
Kamu tahu, harapanku berlimpah akan dirimu
Raga dan hatiku telah kau miliki
Segala tentangmu telah tersimpan dalam
relung jiwaku
Takkan pernah ku lupa, hingga senja tak
datang lagi dalam hidupku
Hatiku ditimang getaran rindu jika jauh
akan dirimu
Kadang, aku benci jarak dan waktu yang
memisahkan kita
Tapi aku belajar dari kebencian itu
Bahwa ada yang harus dijaga, yaitu
kepercayaan dan cinta
Untuk kita, sayang.
Januari, 2021
Anak Rantau
Karya: Atika. A
Kala senja datang menghampiri bumi
Khayalan itu mulai datang kembali
Tempat dimana aku dibesarkan
Tempat dimana senyum-senyum yang selalu
kurindukan
Sejuta kenangan yang selalu kurindukan
Karena rindu yang tidak dapat dihapuskan
Bahkan dengan ribuan cara yang kulakukan
Namun ,,,,,,,,
Ku kan bertahan walau ku lelah
Hingga akhir ku kembali nanti
Jakarta, 14 Juni 2021
Komentar
Posting Komentar