Angkatan 45

         Assalamualaikum teman-teman semua! Pada blog kali ini akan membahas tentang Angkatan 45. Selamat membaca!

Angkatan 45 ini lahir pada saat bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Latar belakang lahirnya Angkatan 45 ini terdapat dua hal, yaitu kekejaman penjajahan, dan penderitaan akibat revolusi. Adapun sifat kesusastraan pada Angkatan 45, yaitu:

1.    Isi dari karya sastra mengenai penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh kekejaman penjajahan Jepang.

2.    Bentuk karangannya lebih banyak berbentuk cerpen dan novel.

3.    Menggunakan bahasa yang pendek tapi padat, cukup kasar, dan kurang memperhatikan peraturan tata bahasa dan ejaan.

Berikut ini merupakan tokoh-tokoh dari Angkatan 45:

1.    Chairil Anwar atau dikenal dengan “Si Binatang Jalang” dalam karyanya yang berjudul “Aku” adalah penyair terkemuka di Indonesia yang lahir di Medan, 26 Juli 1922 dan wafat di Jakarta, 28 April 1949. Karya-karyanya yaitu:

·      Deru Campur Debu (1949)

·      Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949),

·      Derai-derai Cemara (1998), dan lain-lain.

2.    Asrul Sani, seorang sastrawan dan sutradara film asal Indonesia. Lahir di Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926 dan wafat di Jakarta, 11 Januari 2004. Asrul Sani adalah seorang penyair yang menggunakan bahasa kiasan dalam karya sastranya. Karya-karyanya yaitu:

·      Tiga Menguak Takdir (kumpulan sajak bersama Chairil Anwar dan Rivai Avin, 1950)

·      Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat (kumpulan cerpen, 1972)

·      Mantera (kumpulan sajak, 1975)

·      Mahkamah (drama, 1988)

·      Jenderal Nagabonar (skenario film, 1988)

·      Surat-surat Kepercayaan (kumpulan esai, 1997)

3.    Idrus, seorang sastrawan Indonesia yang lahir di Padang, 21 September 1921 dan wafat di Padang, 18 Mei 1979. Karya-karyanya yaitu:

·      Novel (Surabaya, Aki, Perempuan dan kebangsaanm Dengan Mata Terbuka, Hati Nurani Manusia, Hikayat Putri Penelope, Hikayat Petualang Lima, dan NJ Mania Kebantenan).

·      Cerpen (Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, dan Anak Buta).

·      Drama (Dokter Bisma, Jibaku Aceh, Keluarga Surono, dan Kejahatan Membalas Dendam).

·   Karya terjemahan (Kereta Api Baja, Roti Kita Sehari-hari, Keju, Perkenalan dengan Anton Chekov, dan lain-lain).

4.    Mochtar Lubis, seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia yang lahir di Padang, 7 Maret 1922 dan wafat di Jakarta 2 Juli 2004. Berikut ini beberapa karya-karyanya, yaitu:

·      Tidak Ada Esok (novel, 1951)

·      Jalan Tak Ada Ujung (novel, 1952)

·      Si Jamal dan Cerita-cerita Lain (kumpulan cerpen, 1950)

·      Teknik Mengarang (1951)

·      Teknik Menulis Skenario Film (1952)

·      Harimau-harimau! (1977)

·      Harta Karun (cerita anak, 1964)

·      Tanah Gersang (novel, 1966)

Sumber:

Eliastuti, Maguna. Dkk. 2017. Sejarah Sastra. Bogor: Penerbit In Media.

Komentar