Si Kura-Kura Cerdik (Kura-kura yang Pintar)
Oleh:
Nindya Ryanti
Disuatu hutan yang luas ada kabar
tentang ditemukannya kebun pisang oleh seekor kera. Berita itu tersebar ke
semua penghuni hutan, tak terkecuali si kura-kura. Kura-kura yang terkenal binatang
cerdas ini pun tak mau melewatkan kebun pisang tersebut. Setelah berhari-hari
ia mencari, akhirnya ia pun menemukannya. Ia sangat terkejut dan terpesona
melihat begitu banyak pisang matang di atas
pohon sehingga tak sadar akan keberadaan makhluk lain di sekitarnya.
Karena kura-kura tak sadar akan keberadaan makhluk lain selain dirinya,
ternyata sedari tadi kera sudah mengamati kura-kura tersebut. “Pluk..!” ada
yang melemparnya dengan kulit pisang,
“aduh… siapa yang melemparku??” tanya kura-kura sambil menengok kiri-kanan.
“Hahahaha… pergi kau dari sini, ini kebunku” kata seekor kera yang sedang asik
memakan buah pisang diatas pohonnya. “Dasar kau makhluk bodoh!” balas kura-kura
dengan nada mengejek.
Sang kera yang tidak terima karena
dibilang bodoh oleh kura-kura pun tak mau kalah, “hei kura-kura jaga bicaramu,
walaupun aku bodoh aku bisa memanjat pohon ini dan menikmati begitu banyak buah
pisang yang telah masak, sedangkan kau tidak kan?” ejek sang kera. Kura-kura
malah tertawa mendengar ucapan sang kera, lalu kera pun menjadi bingung. “Apa
yang lucu sehingga kau tertawa?” tanya kera. “Ternyata kau memang binatang
bodoh, lemparanmu itu tidak mengenaiku, sekarang coba kau lihat buru di sebelah
kananmu,” jawab kura-kura dengan percaya diri.
Kera semakin bingung dibuatnya,
“memang ada apa dengan burung itu?” tanya kera. “Asal kau tahu, lemparanmu sama
sekali tidak mengenaiku karena kau melemparku dengan kulit pisang, dan dengan
pisang utuh. Jika kau tidak percaya lempar burung itu dengan kulitnya!” jawab
kura-kura. Kera pun menuruti perkataan kura-kura dan melempar kulit pisang ke
arah sang burung.
Lebah dan Gajah
Oleh: Tiara Savitri
Di
sebuah hutan yang rindang, ada 2 hewan yang tinggal bersama. Lebah dan gajah
sangat sulit untuk dipisahkan. Dimanapun gajah berada pasti disana ada lebah,
begitu pun sebaliknya. Hal itu membuat warga hutan lelah, karena Gajah
merupakan salah satu prajurit hutan kepercayaan Raja Harimau, saat bertugas Lebah selalu ikut dan itu sangat mengganggu warga, “Gajah kau adalah saudaraku
yang paling berharga” ucap lebah dengan sangat bangganya. “Terima kasih lebah,
kau juga adalah saudaraku yang sangat aku sayang” balas gajah.
Suatu
hari Monyet diperintahkan Raja Harimau untuk mengundang Gajah ke istananya di
tengah hutan. Gajah yang saat itu sedang bersama lebah pun berucap “baiklah
nanti aku akan datang bersama lebah” sambal tersenyum. Monyet yang mendengar
itu pun menggeleng dengan tegas “maaf gajah, aku hanya diperintahkan oleh Raja
Harimau untuk mengundangmu bukan kau dan lebah.”
“ta-t-t-pi
aku dan gajah kan sudah menjadi satu, gajah itu
saudaraku” ucap lebah sedih kepada monyet. Monyet pun memandang kedua
temannya itu “Lebah, kau dan Gajah itu berbeda, mungkin kalian dekat namun kalian
berbeda. Coba kalian
lihat diri kalian,
gajah tidak bisa terbang
sepertimu dan kau lebah, kau tidak punya telinga sebesar gajah.” Gajah dan
Lebah pun saling berpandangan satu sama lain. Mereka menyadari satu hal, bahwa
mereka memang berbeda. “Aku akan belajar terbang” kata Gajah. Monyet hanya menepuk jidatnya.
Keesokan
harinya, Raja mendatangi Gajah karena Gajah tidak hadir dalam pertemuan.
Alangkah terkejutnya ia saat melihat gajah akan melompat dari tebing,
“GAJAAAHHH AAURRGGGHH” saat mendengar raungan dari sang Raja, Gajah membatalkan
niatnya untuk
melompat. “Apa yang kau lakukan Gajah?”
tanya harimau. “Wahai
paduka, aku bukan
saudara Lebah dan itu membuatku sedih karena kita berbeda.”
“berbeda bukan berarti bermusuhan
Gajah, kau dan Lebah masih bisa berteman. Kau diciptakan dengan tubuh besarmu
untuk melindungi Lebah, Lebah dapat terbang untuk membantumu melihat
musuh dari kejauhan. Sesungguhnya aku memanggilmu kemarin untuk
menyampaikan bahwa Lebah bisa ikut menjadi anggota
prajurit kerajaan hutan bersamamu.”
Ucap Raja Harimau dengan bijaknya.
Hal tersebut membuat
Gajah dan Lebah begitu gembira, sehingga mereka melupakan
kesedihannya bahwa mereka berbeda.
Komentar
Posting Komentar