Dongeng Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia FIP UMJ

 Rere dan Riri

Oleh: Nise Nur Amalia

Hutan merupakan paru-paru dunia. Disana terdapat banyak sekali hewan dan tumbuhan. Pada suatu hari di suatu hutan yang lebat hiduplah kancil atau yang biasa dipanggil Rere. Rere merupakan seekor kancil yang tidah peduli akan kebersihan dan daya tahan tubuhnya. Sampai suatu ketika, hutan tempat di mana Rere tinggal telah terkena virus. Banyak sekali teman teman Rere yang sudah terkena virus itu. Tapi Rere tidak peduli akan hal itu, ia tetap saja seperti kehidupan biasanya. Riri yang merupakan temannya Rere itu sangat berbeda sekali dengan Rere. Riri sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan dirinya. “Rere kamu mengapa tidak memkai masker dan pelindung tubuh, hutan kita sedang bahaya” ucap Riri kepada Rere, mereka bertemu di jalan ketika Riri sedang sibuk mencari kebutuhannya.

“untuk apa Riri kamu memakai masker?”

“Kamu tahu kan Rere kalau di hutan kita sedang ada virus jahat yang melanda?”

“Lemah sekali kamu Riri, lihat aku biasa aja tidak takut, lagipula hanya virus seperti itu”

“lebih baik mencegah daripada mengobati, kamu mau? Dijauhkan oleh banyak hewan karena kamu terkena virus itu?”

Rere tidak mendengarkan perkataan Riri. Rere masih saja pergi kesana kemari tanpa memperhatikan sekitar dan tidak menggunakan masker. Rere bertemu dengan banyak hewan dan sesekali bercengkrama. Sampai suatu ketika, ternyata Rere mulai merasa tidak enak badan, ia batuk pilek disertai demam. Tak ada satu teman pun yang mau mendekatinya karena takut akan tertular virus itu. Rere bertemu dengan Riri dan meminta bantuannya.

“Riri tolong aku”

“Sudah ku bilang dari awal, apa salahnya mencegah daripada memgobati”

“Riri, aku ingin sembuh, aku tidak ingin seperti ini. Dijauhi oleh teman-teman ku. Badan ku juga terasa tidak enak Ri, nafas yang sesak”

“Baik Rere jika kamu memang benar ingin sembuh, kamu harus meningkatkan imun dalam tubuhmu dan konsumsi makanan bergizi”

“Riri apakah kamu mau membantuku?”

“Akan aku buatkan makanan yang bergizi, kamu harus menjaga imun mu agar tetap baik. Berjemurlah di pagi hari.”

“Terima kasih Riri.”

Akhirnya, Rere pun menyesal akan sifatnya. Rere sangat ingin sembuh dan berjanji akan menjaga jarak serta menggunakan masker, dia akan lebih memperhatikaam kesehatannya.




PESAN DARI BURUNG

Oleh: Avifa Choirunisa

Pada suatu hari, hewan-hewan di hutan sedang membicarakan langit yang indah, karena langit pagi pada hari itu sangat indah dan berbeda dari hari-hari biasanya. Saat mereka sedang melihat ke langit tiba-tiba burung datang dari langit yang sedang dipandangi oleh hewan-hewan yang lainnya. “Sepertinya kedatangan burung akan membawa berita hari ini” ucap kancil. Burung sampai di depan teman-temannya dengan nafas yang terengah-engah. Semua menunggu burung untuk berbicara. “Baiklah sepertinya kalian sudah menungguku.” Akhirnya burung berbicara setelah mengambil nafas panjang. “Tentu saja. Cepat katakan, apakah ada sesuatu?” sahut gajah.

“Aku baru saja melihat banyak manusia yang jatuh sakit. Aku dengar mereka terkena virus.” Ucap burung. Semua hewan menyimaknya dengan baik. “Nama virusnya... virus corona” lanjut burung. Mereka bingung dan bertanya pada burung “Virus? Apa itu virus?”. “Virus adalah orgasme parasit yang mana ia membutuhkan inang untuk bertahan hidup.” Jawab burung. “Aku harus kembali teman-teman.”

Monyet tak percaya pada apa yang dikatakan oleh burung tadi. Ia memilih untuk bermain seperti biasanya. Sedangkan hewan-hewan yang lainnya berada dalam rumah mereka masing-masing. Monyet menertawainya, “Kalian ini bodoh sekali, langit sedang sangat indah seperti ini kenapa tidak bermain keluar saja.” Monyet masih bermain dari pohon ke pohon hingga ia keluar dari hutan. Tak lama kemudian, monyet kembali ke hutan dengan batuk-batuk. Monyet merasa tenggorokannya sangat gatal dan badannya terasa sakit sekali. Ia jatuh dan memohon bantuan tetapi tidak ada siapapun di sana. Monyet jatuh pingsan.

Gajah merasa sangat haus sekali sehingga ia ingin mengambil air di danau. Tapi saat diperjalanan menuju danau, gajah terkejut melihat monyet sudah jatuh pingsan. Ia langsung memberitahu para hewan-hewan lainnya. Kancil memberi ide untuk sebaiknya panggil saja burung, mungkin ia tahu solusinya. Semua menyetujuinya dan memanggil burung. Saat burung datang ia memberi minum monyet dan memberi obat untuknya. Setelah monyet tersadar, burung bertanya pada monyet mengapa ia bisa pingsan. Monyet berkata “Sepertinya aku terkena virus corona, apakah aku bisa sembuh?”. Semua hewan terkejut dan berjalan mundur karena takut akan tertular juga. Tetapi burung menenangkan dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja dan monyet akan sembuh. “Semuanya harus jaga diri baik-baik ya, kita harus cuci tangan lebih sering dan makan makanan yang bergizi.” Ucap burung. Semua hewan mengangguk dan mereka semakin rajin mencuci tangan. Monyet pun mengaku tidak akan berbuat demikian dan berjanji akan menjaga kesehatannya.

Selesai.


Komentar