Dongeng Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP UMJ

                                                "Misteri Gudang Belakang"

Oleh: Fadhia Alfiana Nufus

Kukuruyyuk

Suara yang tak asing terdengar di telingaku di setiap pagi suara alarm pun mulai ricuh begitu pula terdengar suara ibu yang selalu memanggilku untuk bangun di pagi hari, “ayo bangun cepat sudah jam berapa ini”, ibu selalu berkata seperti itu.

Aku pun bangun menuju kamar mandi melakukan kebiasaanku di pagi hari. Setelah semuanya selesai aku siap-siap untuk membuat sarapan untuk ayah, ibu, dan Salma

Setelah itu kami berempat menyantap sarapan yaitu roti selai coklat dan segelas susu. Setelah selesai karena aku dan salma libur sekolah karena pandemi virus Corona ibu menyuruhku dan Salma untuk selalu banyak bergerak terutama berjemur di pagi hari.

“Hoamm ibu tapi aku masih ngantuk sekali” ucap Salma.

“Cuci muka dulu sana, kamu harus banyak bergerak jangan banyak tidur” ucap ibu

Aku dan Salma akhirnya berjemur sambil senam di halaman rumah sambil dilihat oleh ayah yang sedang membaca koran. Setelah selesai ibu selalu membiasakan harus membersihkan rumah setiap hari agar tidak ada kuman karena saat ini terdapat virus yang sangat berbahaya.

Ibu membagi-bagi tugas untuk membersihkan rumah. Salma sapu halaman rumah, aku mengepel lantai, dan ibu masak untuk makan siang

“Semua sudah ibu siapkan alat-alat untuk membersihkan rumah, tetapi ada satu yang kurang yaitu kain pel”

“Bu kok ini tidak ada kain pel nya” ucap Mira

“Kain pel nya rusak Mira, sebaiknya kamu ambil kain pel yang lama ada di gudang belakang” ucap ibu

Lalu aku mengambil kain pel di gudang belakang, setelah melangkah kaki aku berfikir, ohiya aku kan takut kalau ke gudang sendiri karena aku pernah melihat penampakan di gudang.

“Bu tetapi aku takut melihat penampakan lagi kalau aku ambil kain pel sendiri” ucap aku dengan nada tegang.

“Tidak ada apa-apa” ucap ibu.

Aku pun dengan berani mengambil kain pel di gudang belakang. Setelah aku mencari-cari kain pel nya……

“Hoammzzz seperti bau busuk” ujarku.

Aku pun penasaran dan mencari aroma busuk tersebut, penampakan seharusnya tidak aku lihat itu ternyata terlihat dengan nyata, ketika aku lihat ternyata sosok mayat perempuan dengan wajah pucat menggunakan pakaian rumah sakit.

Dengan lantang nya aku langsung teriak dan Salma langsung menghampiri ku karena kaget melihat aku teriak dengan panik.

“Oh Tuhan ibuuu” teriak Salma.

Ibu dan ayah menghampiri dengan wajah tercengang.

Sosok mayat yang tak disangka-sangka ternyata ada di gudang belakang rumahnya, ayah pun langsung melaporkan ke pak RT dan polisi untuk diusut lebih lanjut lagi

Setelah diusut polisi ternyata mayat perempuan itu salah satu pasien Virus Corona yang positif dan ia kabur dari rumah sakit lantaran dirinya tak terima karena positif Virus Corona. Setelah perempuan itu kabur akhir nya ia mengumpat di gudang belakang rumah yang pintunya terbuka lebar karena ayah lupa mengunci, hingga akhirnya perempuan positif Corona yang kabur dari rumah sakit itu mengumpat di dalam gudang belakang rumah aku setelah seminggu karena tidak dapat perawatan dan tidak makan akhir nya perempuan itu meninggal dengan tidak ada kecurigaan sedikit pun. Setelah itu polisi dan pihak rumah sakit membawa jenazah pasien Corona itu dan langsung dievakuasi. Akhirnya semua kejanggalan di gudang belakang rumahku terbongkar.

 

 

Komentar