Esai Guru yang Menyepelekan Profesi Karya Sabrina Nadia Hani

 

Guru yang Menyepelekan Profesi

Sabrina Nadia Hani 

Guru merupakan pekerjaan yang mulia karena perilakunya yang digugu dan ditiru. Menjadi seorang guru merupakan panggilan hati, sebab, ditangannyalah dititipkannya generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi moralitas dan martabat kemanusiaan. Semua manusia bisa menjadi guru tetapi tidak semua manusia paham rasanya menjadi guru. Jangan tanyakan gaji guru berapa yang didapat karena tidak sebanding dengan apa yang telah dilakukan, jasa guru berupaya memberikan kecerdasan pada anak bangsa sekalipun nafas sudah berpisah dengan raga.

Zaman semakin berkembang, teknologi semakin maju dan figur mulia seorang guru mulai luntur. Hal ini terjadi karena tercermin dari banyaknya kasus yang menimpa guru. Menjalankan tugas menjadi seorang guru memang bukanlah hal yang mudah karena selalu ada rintangan dalam pengabdiannya dan dapat berisiko kehilangan atau masuk dalam jeruji besi.

Kondisi sekarang sudah berbeda dengan masa lalu, di masa lalu, seorang guru sangatlah terpandang dan murid-murid masih sangat patuh akan perintah guru. Zaman sekarang guru menegur siswa dianggap menghakimi dan tidak dipandang sebagai bentuk perhatian. Tetapi, tidak sepenuhnya murid disalahkan atas hal yang menimpa guru karena tanpa diketahui atau tidak murid bisa menjadi pemicu hilangnya peran seorang guru dengan hal-hal tak wajar seperti pelanggaran HAM atau pelecehan.

Semua telah terjadi dan semakin majunya teknologi banyak sekali berita antara guru dan siswa yang melakukan tindakan kesalahan yang merugikan beberapa pihak. Guru tidak lagi menunjukan perannya sebagai seorang guru dan siswa tidak menganggap guru sebagai “orang tua” keduanya di sekolah, perlakuan seperti inilah yang dapat menimbulkan kejadian tak layak dan menyebabkan citra guru hilang juga citra siswa yang dianggap sebagai penerus bangsa.

Belum lama ini dunia pendidikan digemparkan dengan berbagai kasus kekerasan guru terhadap siswanya atau sebaliknya dan kasus tak layak lainnya. Dari banyaknya kasus antara guru dan siswa ini terjadi karena latar belakang dan kronologi kasus menggambarkan ada yang salah terhadap pendidikan karakter. Pendidikan karakter tidak hanya menyampaikan materi di kelas tetapi juga memberikan pengembangan etika dan sopan santun juga saling menghormati.

Komentar