LITERASI SEBAGAI FONDASI BERORGANISASI
Randu
Satya Kriswinarta
Dalam menjalankan roda organisasi,
komunikasi merupakan peran yang begitu penting untuk menunjang suatu
keberhasilannya. Senjata utama dalam berkomunikasi yaitu bahasa. Bahasa
merupakan alat komunikasi yang paling efektif dalam menyampaikan pesan,
pikiran, perasaan yang dituju kepada orang lain yang memungkinkan untuk
terciptanya suatu kerja sama. Sebagai peran dan fungsinya, bahasa memiliki
suatu keterampilan yang disebut keterampilan berbahasa untuk mengembangkan
kemampuan intelektual, karakter, dan bersosialisasi yaitu keterampilan
menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca.
Literasi
merupakan suatu kegiatan yang merujuk pada kemampuan seseorang dalam membaca,
menulis, dan memahami suatu teks secara efektif. Literasi merupakan sebagai
langkah awal yang begitu sederhana untuk menunjang terciptanya bentuk implementasi
dari salah satu kata yang dijadikan sebagai slogan badan bahasa yaitu “Utamakan
Bahasa Indonesia”. UNESCO dan Kemenkominfo menjelaskan bila minat baca di
Indonesia hanya diangka 0,001 persen. Dengan demikian, dari seribu orang hanya
satu orang yang gemar membaca buku.
Secara
umum organisasi merupakan sekumpulan orang yang terstruktur bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama. Dalam mengembangkan semangat berorganisasi, literasi
tidak kalah penting dan masih terlihat eksistensi sebagai penunjangnya. Literasi
pada konteks ini merujuk pada kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan
informasi secara efektif. Dalam berorganisasi,
literasi menjadi peran untuk melahirkan motivasi tinggi berorganisasi, melahirkan
pemikiran teoritis dan analisis, meningkatkan skill public speaking, dan
pengambilan keputusan yang lebih
baik serta cepat untuk melahirkan
keberhasilan peran dan fungsi ormawa dalam pengembangan Mahasiswa sebagai wadah
pengembangan diri dan minat juga bakat Mahasiswa
baik akademik maupun non akademik.
Berikut merupakan upaya yang dapat dilakukan organisasi Mahasiswa dalam menegakkan fondasi organisasi dalam berliterasi
1. Mewujudkan program yang merujuk pada Gerakan Literasi seperti penampilan karya sastra, membaca, atau berdiskusi
2. Menerapkan literasi digital dengan membuat konten yang berhubungan dengan literasi
3. Mengadakan program sosial seperti taman membaca atau sedekah
4. Mewadahi blog sebagai sarana membaca dan menulis anggota organisasi
5. Mengadakan perlombaan bertujuan untuk menumbuhkan semangat berliterasi, seperti cipta atau baca puisi, cerpen, debat, dan lain-lain.
Komentar
Posting Komentar