Mengenal Lebih Jauh Karya Sastra

 


Assalamualaikum teman-teman semua! pada blog kali ini akan membahas mengenai karya sastra, sebelumnya apakah teman-teman sudah mengetahui apa itu karya sastra dan ada apa saja di dalam sastra tersebut?

Yuk menyimak blog kali ini!

 

Sastra merupakan salah satu cabang seni yang tertua dan paling berpengaruh dalam peradaban manusia. Ia adalah media yang digunakan untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan imajinasi manusia melalui kata-kata. Secara etimologis, istilah “sastra” berasal dari bahasa Sansekerta “shastra” yang berarti teks yang mengajarkan atau memberikan instruksi. Dalam perkembangannya, sastra tidak hanya menjadi alat untuk mengajar, tetapi juga untuk menghibur, menginspirasi, dan menggugah emosi pembaca atau pendengarnya. Berikut ialah ragam karya sastra

  1. Prosa

Prosa ialah rangkaian kata-kata dalam keindahan tanpa terikat oleh struktur berirama dan bersifat fiksi sebagai bentuk tulisan yang bebas, sebuah prosa membuka gerbang dunia kata-kata yang melibatkan pembaca dalam sebuah perjalanan tanpa batas.

Prosa memiliki dua jenis yaitu prosa lama dan prosa baru adapun contoh dari prosa lama seperti dongeng, cerita rakyat, riwayat, hikayat, dan cerita sejarah. Sedangkan prosa baru seperti cerpen, novel, roman, novelet, biografi, dan esai.

  1. Puisi

Puisi adalah salah satu dari beberapa karya sastra, puisi merupakan satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan penyair yang dituangkan dengan memanfaatkan segala gaya bahasa, kreativitas dan imajinasi pengarang dengan rangkaian bahasa yang indah serta mengandung irama juga makna. Puisi terbagi menjadi dua macam yaitu puisi lama dan puisi baru, puisi lama ialah puisi yang terikat aturan seperti jumlah baris yang terdapat dalam tiap bait, serta rima, dan irama sedangkan puisi baru tidak terikat aturan-aturan tersebut.

Puisi memiliki struktur fisik yang terdiri atas diksi, imaji, gaya bahasa, tipografi, kata konkret, dan rima. Diksi adalah pemilihan kata yang digunakan penyair dalam menyusun puisinya. Diksi dalam puisi berkaitan dengan penafsiran makna dan keselarasan bunyi.

  1. Drama

Drama yaitu gabungan dari komposisi dua cabang seni, yaitu pertunjukan dan sastra. Drama dibagi menjadi dua bentuk yaitu, drama teks tertulis dan drama yang dipentaskan. Istilah drama menurut etimologi, berasal dari bahasa Yunani yaitu “draomai”, yang berarti sebagai yang berbuat, bertindak, berlaku, dan beraksi. Drama dapat dipahami sebagai suatu tindakan atau perbuatan yang ditulis dan digunakan dalam pementasan.

Unsur-unsur yang dimiliki drama ialah sebagai berikut.

  1. Alur ialah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, hingga penyelesaian.
  2. Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan karakter tokoh. Dalam pementasan drama, tokoh menggambarkan atau memerankan langsung cerita yang ada dalam naskah drama.
  3. Dialog adalah karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih. Dalam dialog terdapat dua unsur, yakni wawancang dan kramagung.
  4. Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu yang ada dalam drama. Latar dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tempat, waktu, serta suasana. 

Jadi, karya sastra sangat beragam yaitu prosa, puisi, dan drama. Karya sastra yang beragam seperti prosa yang bersifat fiksi, puisi bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, dan drama merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang ditulis dan digunakan dalam pementasan.

Komentar