MENDERITA
Hai kamu penguasa!
Kau berjanji kepada kami
Kau datang untuk mendapat suara kami
Tetapi, saat musibah terjadi
Dimana empati?
Dimana nurani?
Kami mencari saudara
Kami mencari ayah
Kami mencari ibu
Tak nampakkah kami susah
Susah ikhlas karena kau..
Karena kau yang serakah!
Oh banjir..
Banjir
Air nampak tinggi melewati kami
Rumah hancur kami tangisi
Harta hilang susah dicari
Hanya badan saja disini
Kami menderita..
Kami menderita..
Menderita bahwa percaya pada omongan yang tak abadi
Komentar
Posting Komentar