Puisi Rasa yang Menguap di Antara Baris Karya Tesa Aulia

Rasa yang Menguap di Antara Baris


Langit senja terlalu merah,

seperti luka yang enggan sembuh.

Kau titipkan senyum dalam foto,

lalu pergi tanpa pesan apa-apa.


Aku menghitung jeda,

antara"Hai" dan "Baik-baik saja."

Antara yang tersurat,

dan yang kau sembunyikan di balik diam.


Ada ruang kosong di sela jemari,

di mana jarakmu bersemayam.

Ada kata-kata yang menggantung,

seperti hujan yang tak jadi turun.


Mungkin ini bukan tentang kepergian,

tapi tentang kehadiran yang setengah.

Tentang dua orang yang saling menunggu,

tanpa tahu siapa yang lebih dulu menyerah.


Aku masih menatap langit yang sama,

menunggu bintang-bintangmu kembali.

Meski tahu,

mungkin mereka sudah lama padam.

Komentar